Pages

Thursday, 18 April 2013

Swimming (sport)

Now, i want to share about articles. last post is about, a ghost. and last post i use Bahasa Indonesia Language. but now, i use English language. because i'm in school now!.. :)



this articles is about competitive swimming as a sport. For general article on human movement in the water, see human human swimming "swimmer" redirects here. for the military term, see frogman. For the film 2012 film, "see swimmer" film.







HISTORY
The sport of swimming has been recorded since prehistoric times; the earliest recording of swimming dates back to Stone Age paintings from around 7,000 years ago. Written references date from 2000 BC. Some of the earliest references to swimming include the Gilgamesh, the Iliad, the Odyssey, the Bible, Beowulf, Quran and other sagas. In 1778, Nikolaus Wynmann   German professor of languages, wrote the first swimming book, The Swimmer or A Dialogue on the Art of Swimming (Der Schwimmer oder ein Zweigespräch über die Schwimmkunst). Competitive swimming as we know it today started in the United States started around 1800, mostly using breaststroke. Many Americans often used swimming competitions to settle differences in the frontier, such as property rights . In 1873 John Arthur Trugden introduced e trudgen to Western swimming competitions, after copying the front crawl used by Native Americans. Due to a British dislike of splashing, Trudgen employed a scissor kick instead of the front crawl's flutter kick. Swimming was part of the first modern Olympics Game in 1896 in Athens . In 1902 Richmond Cavill introduced the front crawl to the Western world. In 1908, the world swimming association,  Fédération Internationale de Natation (FINA), was formed. Butterfly was developed in the 1930s and was at first a variant of breaststroke, until it was accepted as a separate style in 1952.



COMPETITION
Competitive swimming became popular in the nineteenth century. The goal of competitive swimming is to constantly improve upon one's time(s), or to beat the competitors in any given event. However, some professional swimmers who do not hold a national or world ranking are considered the best in regard to their technical skills. Typically, an athlete goes through a cycle of training in which the body is overloaded with work in the beginning and middle segments of the cycle, and then the workload is decreased in the final stage as the swimmer approaches the competition in which he or she is to compete in. This final stage is often referred to as "shave and taper"; the swimmer tapering down his or her workload to be able to perform at their optimal level. At the very end of this stage, before competition, the swimmer shaves off all exposed hair for the sake of reducing drag and having a sleeker and more hydrodynamic feel in the water.



Swimming is an event at the Summer Olympics Games,  where male and female athletes compete in 16 of the recognized events  each. Olympic events are held in a 50-meter pool, called a long course pool.






There are forty officially recognized individual swimming events in the pool; however the International Olympics only recognizes 32 of them. The international governing body for competitive swimming is the Fédération Internationale de Natation ("International Swimming Federation"), better known as FINA. 








Thursday, 11 April 2013

Kisah Legenda, Hantu Perempuan Mengungkap Pembunuhan Dirinya

Pada sore bulan Januari 1897, Erasmus Shue Alias Edward, seorang pandai besi, menyuruh anak laki-laki tetangga nya menemui Elva, istri yang telah ia nikahi selama t3 (tiga) bulan.







Siapa yang tahu sang istri butuh sesuatu di pasar. Tapi, ketika anak laki-laki itu berjalan melalui pintu depan pondok itu, ia menemukan tubuh Elva yang tak bernyawa di depan kaki tangga.

Anak itu terdiam sesaat, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tubuh wanita itu terentang lurus dengan dengan kaki menyatu. Satu lengan ada di sisi tubuh dan lengan satunya berada di dada. Kepala nya mengahadap ke satu sisi.

Awalnya, anak itu mengira Elva sedang tertidur di lantai. Ia melangkah mendekati nya, memanggil pelan "Mrs.Shue?" Ketika wanita itu tidak merespon, anak itu panik dan berlari keluar rumah. Dia memberi tahu ibunya apa yang ia temukan dan sang ibu memanggil dokter dan korone, George W.Knapp.




Knapp tidak kunjung datang ke rumah Shue, hingga hampir sejam. Ketika ia tiba, Shue sudah pulang, membawa jasad istri nya ke kamar tidur, membersihkan dan memakaikan pakaian, dan membaringkan ke tempat tidur nya.


Dia membersihkan jasad istri nya untuk pemakaman dibalur gaun berleher tinggi dengan kerah kaku dan menempatkan selendang untuk menutupi wajahnya.

Knapp hendak memeriksa jasad itu, Shue membuai kepala istrinya dan menangis. Ketika Knapp mencoba memeriksa leher dan kepala Elva, Shue memberontak. Knapp tidak ingin mengganggunya lebih lagi, sehingga ia pun meninggalkannya. 

Ia tidak menemukan ada yang salah pada bagian-bagian tubuh yang ia periksa dan juga telah merawat Elva selama beberapa minggu sebelumnya, sehingga ia memutuskan mengubah penyebab kematiannya dari "pingsan berkepanjangan" menjadi "komplikasi masa kehamilan."

Jasad Elva dibawa ke rumah masa kecilnya di Little Sewell Mountain dan dimakamkan. Shue bertingkah aneh selama pemakaman. Ia berjalan di dekat peti mati, melakukan sesuatu pada kepala dan leher Elva. 

Ia menutupi kepala istrinya dengan selendang tambahan yang sebenarnya tidak cocok dengan gaun pemakamanannya, tapi Shue berkeras bahwa itu adalah selendang favorit istrinya. Ia juga menyangga kepala mayat istrinya dengan bantal dan kain yang digulung. 

Tingkahnya itu sangat aneh, tapi para tamu menganggap itu sebagai bagian dari proses pemakaman. Shue secara umum disukai orang sehingga tak ada yang mencurigainya. 


Intuisi sang ibu


Kecuali Mary Jane Heaster, ibu Elva. Dia tidak pernah menyukai Shue, bahkan tanpa bukti apapun, dia yakin bahwa pria itulah yang membunuh putrinya. 

Ia berharap Elva bisa memberitahunya apa yang terjadi. Ia kemudian berdoa agar entah bagaimana caranya Elva kembali dari kematian dan mengungkapkan kebenaran tentang kematiannya. Dia berdoa setiap malam selama berminggu-minggu, hingga akhirnya doanya terjawab. 




Heaster mengatakan putrinya muncul dalam mimpinya selama empat malam berturut-turut dan bercerita. Awalnya, rohnya muncul sebagai cahaya yang terang, kemudian mengambil bentuk manusia dan membuat ruangan terasa dingin. 

Hantu Elva mengaku pada ibunya bahwa Shue telah menyiksanya dengan kejam, dan suatu malam suaminya menyerangnya dalam kemarahan karena dia pikir Elva tidak memasak daging untuk makan malam. 

Shue mematahkan lehernya, kata hantu itu sambil memutar kepalanya ke belakang. Kemudian hantu Elva berbalik dan berjalan pergi, menghilang kedalam gelap sambil memandang ibunya. 

Shue mematahkan lehernya, kata hantu itu sambil memutar kepalanya ke belakang. Kemudian hantu Elva berbalik dan berjalan pergi, menghilang kedalam gelap sambil memandang ibunya. 

Tetangga-tetangga Shue dan teman-temannya mengatakan tentang kebiasaan aneh lelaki itu saat di pemakaman, dan Dr. Knapp mengakui bahwa pemeriksaannya pada jasad Elva tidak lengkap. 




Akhirnya Preston melakukan otopsi secara lengkap, dan beberapa hari kemudian, jasad Elva digali meskipun Shue menyampaikan keberatannya. Knapp dan dua dokter lainnya membaringkan jasad itu di sebuah gedung sekolah untuk dilakukan pengujian. 

Koran lokal, The Pocahontas Times, kemudian melaporkan bahwa, "Pada tenggorokan terdapat bekas jari yang mengindikasikan bahwa dia dicekik ... bahwa lehernya bergeser antara tulang belakang pertama dan kedua. Tulang belikat robek dan putus. Batang tenggorokan remuk pada titik di depan leher." 

Jelas bahwa kematian  Elva tidak alami, tapi tidak ada bukti yang merujuk pada pembunuhnya, dan tidak ada saksi. Tingkah laku aneh Shue sejak kematian Elva melekat di pikiran Preston sehingga ia mulai mencurigai pria itu. 

Di saat yang sama, ibu Elva menjelaskan dengan tepat bagaimana putrinya dibunuh sebelum otopsi dilakukan. Mungkin justru dialah pelakunya, dan cerita hantu itu hanya akal-akalan untuk menjebak Shue. 

Bukan korban yang pertama 

Preston melanjutkan investigasi dan mulai menyelidiki masa lalu Shue. Dia pun mengetahui bahwa Shue pernah menikah dua kali sebelumnya. Yang pertama berakhir dengan perceraian saat Shue dipenjara karena mencuri kuda. Istri pertamanya itu kemudian mengatakan pada polisi bahwa Shue sangatlah kasar dan suka memukulinya. 

Pernikahan keduanya berakhir hanya delapan bulan dengan kematian misterius sang istri. Sebelumnya, di penjara, Shue membual bahwa ia akan menikah tuju kali selama hidupnya. Kematian istri keduanya dan sejarah kekerasan Shue memiliki hubungan yang tipis tapi cukup bagi Preston untuk menggiringnya ke pengadilan. 

Mary Jane Heaster menjadi saksi jaksa, dan Preston berusaha untuk menghindari bagian tentang hantu putrinya itu, karena akan dianggap sebagai desas-desus belaka.

Untuk membuktikan bahwa dia tidak dapat dipercaya, pengacara Shue menanyakan Heaster secara ekstensif tentang kunjungan hantu putrinya. Taktik itu berhasil, Heaster menolak meragukan laporannya. 

Banyak anggota masyarakat yang tampak percaya pada cerita Heaster, dan Shue tidak melakukan apapun untuk membela diri, hanya mengoceh dan meminta para juri "untuk melihat ke wajahnya dan katakan dia bersalah." 

Greenbrier Independent melaporkan bahwa pernyataan dan sikapnya tidak membantu membuat para pengunjung sidang bersimpati padanya. Juri berunding hanya selama sejam sepuluh menit sebelum menjatuhkan putusan bersalah. 

Shue dihukum penjara seumur hidup, tapi tewas segera setelah terjadi wabah campak dan peneumonia yang menyerang penjara itu dalam musim semi 1900. Ny. Heaster hidup hingga tahun 1916, dan tidak pernah menyangkal cerita tentang hantu Elva. 


Penanda sejarah di Greenbrier County dibuat untuk memperingati kematian Elva dan kasus pengadilan yang tidak biasa itu. Menjadi satu-satunya kasus dimana hantu membantu memenjarakan seorang pembunuh.